Gebrakan Baru: Saat Kylian Mbappé Tinggalkan Nike demi Menulis Sejarah Bersama On Running

Dari logo centang ke sepatu berteknologi awan, apakah Mbappé sedang membangun sejarah baru atau sekadar mencari suasana baru?

Dunia sepak bola dan industri sneakers baru saja mendapatkan bahan obrolan baru. Kylian Mbappé resmi mengakhiri kerja sama panjangnya dengan Nike dan memilih bergabung dengan On, merek olahraga asal Swiss yang selama ini lebih dikenal lewat sepatu lari dan tenis. Setelah hampir 20 tahun bersama Nike, Mbappé kini memulai babak baru yang bisa mengubah peta persaingan bisnis perlengkapan sepak bola. Reuters

Tapi, tunggu dulu. Mengapa pemain sekelas Mbappé justru memilih merek yang belum sebesar Nike di dunia sepak bola? Apakah ada sesuatu yang menarik di balik keputusan ini?


Dari Nike ke On, Ada Apa Sebenarnya?

Selama bertahun-tahun, Nike sudah menjadi bagian dari perjalanan Mbappé. Mulai dari masa mudanya hingga menjadi salah satu pemain paling terkenal di dunia, keduanya seolah menjadi pasangan yang sulit dipisahkan.

Namun, kontrak panjang pun akhirnya memiliki garis finis. Kerja sama Mbappé dengan Nike berakhir pada 2026, dan On datang membawa tawaran untuk membangun sesuatu yang baru di dunia sepak bola.

Keputusan ini menarik karena On bukan pemain lama dalam bisnis sepatu sepak bola. Merek tersebut justru ingin memasuki pasar yang selama ini didominasi nama-nama besar seperti Nike, Adidas, dan Puma.

Kalau dipikir-pikir, ini seperti pemain baru yang langsung masuk starting eleven tanpa harus menjalani pemanasan panjang. Bedanya, yang dipertaruhkan bukan tiga poin di klasemen, melainkan perhatian pasar global.

On Running Bukan Sekadar Sepatu Buat Lari Pagi

Buat sebagian orang, nama On mungkin masih identik dengan sepatu lari yang desainnya terlihat futuristis. Namun, merek asal Swiss ini punya ambisi lebih besar daripada sekadar menemani orang jogging sebelum berangkat kerja.

Bersama Mbappé, On berencana mengembangkan produk sepak bola, termasuk sepatu yang dijadwalkan meluncur pada 2027. Mbappé juga akan terlibat dalam pengembangan produk dan mendapatkan komponen kepemilikan saham dalam kesepakatan tersebut. The Guardian

Artinya, Mbappé bukan cuma menjadi wajah iklan yang muncul di billboard atau media sosial. Ia juga ikut mengambil bagian dalam proyek yang sedang dibangun.

Pertanyaannya, apakah sepatu On nantinya bisa memberikan pengalaman berbeda di lapangan? Kita tentu belum bisa menyimpulkan sebelum produk sepak bolanya benar-benar hadir dan diuji.

Yang jelas, penggemar sudah bisa mulai menabung dari sekarang. Sebab, kalau sepatu Mbappé resmi dirilis, jangan sampai yang tertinggal bukan cuma bek lawan, tetapi juga saldo rekening setelah melihat harganya.

Strategi Bisnis atau Ambisi Menciptakan Sejarah?

Perpindahan Mbappé sebenarnya bukan sekadar urusan mengganti logo di sepatu. On sedang berusaha membangun posisinya di industri sepak bola, dan kehadiran pemain sebesar Mbappé bisa menjadi langkah penting untuk memperkenalkan merek tersebut kepada jutaan penggemar.

Bagi On, Mbappé membawa pengalaman, popularitas, dan kredibilitas di level tertinggi. Sementara bagi Mbappé, kerja sama ini membuka kesempatan untuk ikut membentuk produk yang digunakan dalam olahraga yang membesarkan namanya.

Model kerja samanya pun menarik karena mencakup uang tunai dan saham. Dengan begitu, keterlibatan Mbappé tidak hanya berkaitan dengan promosi, tetapi juga memiliki unsur kepentingan bisnis jangka panjang.

Tentu saja, kesepakatan ini tidak otomatis membuat On langsung menggeser Nike atau Adidas. Dunia sepak bola bukan cuma soal siapa yang punya pemain paling terkenal, tetapi juga kualitas produk, kenyamanan, distribusi, harga, dan kepercayaan konsumen.

Namun, satu hal yang pasti: ketika pemain sekelas Mbappé memilih merek yang sedang membangun bisnis sepak bolanya, publik punya alasan kuat untuk memperhatikan langkah berikutnya.

Lalu, Apa Dampaknya bagi Nike?

Kehilangan Mbappé tentu menjadi sorotan bagi Nike. Setelah hampir dua dekade membangun hubungan dengan sang pemain, perusahaan tersebut harus menyaksikan salah satu nama besarnya melanjutkan perjalanan bersama pesaing yang sedang memperluas bisnisnya.

Meski demikian, terlalu cepat untuk menyebut Nike kalah dalam persaingan. Perusahaan tersebut masih memiliki banyak atlet dan kemitraan penting di dunia olahraga.

Justru, perpindahan ini memperlihatkan bahwa persaingan industri olahraga terus berubah. Merek baru memiliki kesempatan untuk menantang pemain lama, sementara atlet semakin berperan dalam menentukan arah pengembangan produk.

Dengan kata lain, pertandingan kali ini tidak berlangsung selama 90 menit. Tidak ada peluit akhir, tidak ada tambahan waktu, dan tidak ada VAR untuk memeriksa siapa yang paling unggul dalam penjualan.

Yang ada hanyalah persaingan panjang untuk memenangkan hati konsumen.

Akankah Sepatu Mbappé Jadi Buruan Berikutnya?

Sekarang, perhatian mulai tertuju pada apa yang akan dihasilkan dari kolaborasi ini. Apakah On mampu menciptakan sepatu sepak bola yang benar-benar kompetitif? Apakah desainnya akan menjadi tren baru? Dan apakah para pemain muda nantinya akan memilih On sebagai alternatif dari merek-merek yang sudah lebih dulu populer?

Semua pertanyaan itu masih menunggu jawaban.

Namun, ada satu hal yang menarik dari langkah Mbappé: ia memilih ikut membangun sesuatu yang belum mapan di sepak bola, alih-alih sekadar bertahan bersama merek yang sudah memiliki sejarah panjang di olahraga tersebut.

Keberhasilan kerja sama ini pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh seberapa sering wajah Mbappé muncul dalam kampanye iklan, tetapi juga oleh seberapa baik produk yang mereka hasilkan.

Jadi, apakah ini awal dari era baru On Running di lapangan hijau? Kita tunggu saja. Siapa tahu beberapa tahun lagi, sepatu yang awalnya dikenal untuk lari pagi justru menjadi salah satu pilihan utama para pesepak bola dunia.

Dan kalau itu benar-benar terjadi, mungkin Nike harus menerima kenyataan bahwa dalam dunia bisnis olahraga, bahkan kerja sama yang sudah berjalan hampir 20 tahun pun bisa berakhir ketika ada mimpi baru yang ingin dikejar.

Dari Strategi Sepak Bola ke Persiapan Hari Istimewa

Berbicara soal strategi dan persiapan, ternyata bukan cuma pemain sepak bola yang harus memikirkan setiap langkahnya. Dalam kehidupan sehari-hari, ada momen penting yang juga membutuhkan perencanaan matang, salah satunya adalah pernikahan.

Kalau Mbappé sibuk mempertimbangkan langkah baru dalam karier dan bisnisnya, calon pengantin punya tantangan tersendiri: mulai dari menentukan konsep acara, menyiapkan kebutuhan pernikahan, sampai memilih seserahan yang sesuai dengan keinginan pasangan.

Sebab, momen spesial tentu ingin dipersiapkan sebaik mungkin. Jangan sampai strategi transfer sudah dibahas berbulan-bulan, tetapi persiapan pernikahan justru baru dimulai ketika undangan hampir disebarkan!

Buat kamu yang sedang mencari referensi seserahan Cendana, kamu bisa mengunjungi Seserahan Cendana untuk melihat informasi dan inspirasi yang relevan dengan kebutuhan persiapan hari istimewa.

Sama seperti memilih perlengkapan olahraga yang sesuai, menyiapkan seserahan juga perlu mempertimbangkan konsep, kebutuhan, dan anggaran. Tujuannya bukan sekadar membuat tampilan menarik, tetapi juga menghadirkan kesan yang berkesan bagi pasangan dan keluarga.

Pada akhirnya, baik dalam dunia olahraga maupun persiapan pernikahan, perencanaan yang baik dapat membantu semuanya berjalan lebih terarah. Mbappé punya strategi untuk membangun sejarah baru, sedangkan calon pengantin punya kesempatan untuk menciptakan cerita indah mereka sendiri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mbappé Tinggalkan Nike, Pindah ke On Running: Bek Lawan Makin Panik, Dompet Fans Makin Tipis!